Dalamkehidupan sehari-hari, kita pasti banyak menggunakan polimer buatan. Berikut ini beberapa contoh polimer buatan di sekitar kita: Karet Sintetis; Dengan semakin meningkatnya kebutuhan akan ban mobil dan motor, ahli-ahli kimia organic telah mengembangkan pembuatan karet sintetis untuk mempercepat perolehan kebutuhan tersebut.
Jikadua atau lebih persamaan kimia yang mengandung unsur dalam keadaan setimbang digabungkan, maka tetapan kesetimbangan dari hasil gabungan tersebut adalah perkalian dari tetapan kesetimbangan yang digabungkan. Secara umum manipulasi penggabungan beberapa persamaan kimia dalam kesetimbangan dapat dirumuskan dengan persamaan:
Berikutini beberapa contoh penerapan sifat koloid dalam kehidupan sehari-hari: (1) proses pembersihan darah dalam ginjal (2) sorot lampu dalam gedung bioskop (3) pembentukan delta di muara sungai (4) pembentukan karang oleh binatang (5) pembuatan ban kendaraan dari karet alam Peristiwa dialisis dan efek Tyndall dapat ditemukan pada contoh
Perhatikanbeberapa persamaan reaksi berikut : 1. Penyepuhan logam. 2. Air direbus menghasilkan gas. 3. Pembuatan garam dari penguapan air laut. 4. Korosi pada besi. 5. Lilin meleleh. Dari contoh-contoh dalam kehidupan sehari-hari yang menunjukkan reaksi redoks adalah . answer choices . 1 dan 2. 1 dan 3. 1 dan 4. 1 dan 5. 2 dan 4. Tags:
Gurumenyajikan berbagai fenomena dalam kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan reaksi eksoterm Berikut ini beberapa persamaan reaksi yang umumnya terjadi disekitar kita : (1) Fotosintesis (2) Pernapasan Diagram entalpi di atas menunjukan reaksi kimia yang terjadi pada reaksi . A. endoterm, karena harga ΞH = + B. endoterm
Bab4Sumber Chemistry The Central Science, 2000Reaksi tablet antara multivitamin dan air dapat diamati secara langsung.Kecepatan ReaksiHasil yang harus Anda capai:memahami kinetika reaksi, kesetimbangan kimia, dan faktor-faktor yangmemengaruhinya, serta penerapannya dalam kehidupan sehari-hari dan industri.Setelah mempelajari bab ini, Anda harus mampu:β’ mendeskripsikan pengertian laju reaksi
Perhatikanbeberapa persamaan reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari berikut. (1) C6H12O6 (aq) --> C2H5OH (aq) + 2CO2 (g) (2) C6H12O6 (aq) + 6O2(g) --> 6CO2 (g
Perhatikanfakta berikut: sebagai reaksi reduksi-oksidasi (redoks). Contoh korosi yang umum terjadi di kehidupan kita sehari-hari adalah korosi yang terjadi pada logam, seperti terjadinya karat pada besi. 74. Berdasarkan artikel mengenai korosi di atas, reaksi kimia yang disebut korosi adalah (1) (2) (3) (4)
Dalamkehidupan sehari-hari, arus bolak balik banyak digunakn untuk keperluan rumah tangga, perusahaan, perkantoran, pabrik dan penerangan umum seperti taman, jalan raya dan sebagainya. Berikut ini adalah persamaan matematis pada tegangan resistor dan arus yang mengalir melalui resistor: Pengertian Reaksi Kimia, Persamaan, Ciri-Ciri
Berikutini beberapa persamaan reaksi oksidasi atau reduksi yang belum setara. (1) MnO4- MnO2 (2) SO2 SO3 Beberapa penerapan sifat koligatif larutan dalam kehidupan sehari-hari sbb.: (1) Menambahkan etilen glikol pada radiator mobil Perhatikan beberapa sifat unsur golongan dalam system periodik di bawah ini! (6) Seluruhnya merupakan
siGYQ. Perhatikan beberapa persamaan reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari berikut! 1 C6H12O6aq β 2C2H5OHaq + 2CO2g 2 C6H12O6aq + O2 β 6CO2g + 6H2Ol 3 HΒ2Oaq β H2g + Β½O2g 4 C8H18g +12 Β½O2g β 8CO2g + 9H2Ol 5 Cs + 2H2Og β CO2g + 2H2g Reaksi eksoterm terjadi pada nomor β¦. A. 1 dan 3 B. 1 dan 5 C. 2 dan 4 D. 2 dan 5 E. 3 dan 5 Jawab Reaksi eksoterm adalah reaksi yang menghasilkan kalor. Reaksi eksoterm terjadi pada reaksi pembakaran suatu zat yang ditandai dengan adanya pereaksi O2, yang terdapat pada persamaan reaksi 2 dan 4 Jawaban C - Jangan lupa komentar & sarannya Email nanangnurulhidayat
Reaksi Kimia bisa terjadi di manapun di sekitar kita, bukan hanya di laboratorium. Materi berinteraksi untuk membentuk produk baru melalui proses yang disebut reaksi kimia atau perubahan kimiawi. Setiap kali kita memasak atau sedang bersih-bersih, itu juga merupakan kimia dalam tindakan. Tubuh kita hidup dan tumbuh berkat reaksi kimia. Ada reaksi ketika kita meminum obat, menyalakan korek api, dan mengambil napas. Berikut adalah 10 contoh reaksi kimia dalam kehidupan sehari-hari. Ini hanyalah contoh kecil, karena kita melihat dan mengalami ratusan ribu atau bahkan lebih reaksi kimia setiap hari. 1. Fotosintesis Skema fotosintesis pada tumbuhan. Karbohidrat yang dihasilkan disimpan dalam atau digunakan oleh tanaman. Sumber Fotosintesis adalah proses yang digunakan oleh tanaman dan organisme lain untuk mengubah energi cahaya, biasanya dari Matahari, menjadi energi kimia yang dapat kemudian dibebaskan untuk bahan bakar aktivitas organisme. Energi kimia ini disimpan dalam molekul karbohidrat, seperti gula, yang disintesis dari karbon dioksida dan air. Dalam kebanyakan kasus, oksigen juga dihasilkan sebagai produk limbahnya. Kebanyakan tanaman, sebagian besar ganggang, dan cyanobacteria melakukan fotosintesis, dan organisme tersebut disebut photoautotrophs. Fotosintesis mempertahankan kadar oksigen atmosfer dan memasok semua senyawa organik dan sebagian besar energi yang diperlukan untuk kehidupan di Bumi. Secara singkat, tanaman menggunakan reaksi kimia yang disebut fotosintesis untuk mengubah karbon dioksida dan air menjadi makanan glukosa dan oksigen. Ini adalah salah satu reaksi kimia sehari-hari yang paling umum dan juga salah satu yang paling penting, karena ini adalah bagaimana tanaman memproduksi makanan untuk diri mereka sendiri dan hewan dan mengubah karbon dioksida menjadi oksigen. 6 CO2 + 6 H2O + light β C6H12O6 + 6 O2 2. Respirasi Seluler Aerobik Respirasi aerobik panah merah adalah sarana utama dimana kedua jamur dan tanaman memanfaatkan energi kimia dalam bentuk senyawa organik yang dibuat sebelumnya melalui fotosintesis panah hijau. Sumber Respirasi seluler aerobik adalah proses kebalikan dari fotosintesis dalam energi molekul digabungkan dengan oksigen yang kita hirup untuk melepaskan energi yang dibutuhkan oleh sel-sel kita ditambah karbon dioksida dan air. Energi yang digunakan oleh sel adalah energi kimia dalam bentuk ATP adenosin trifosfat. Respirasi aerobik membutuhkan oksigen untuk menghasilkan ATP. Meskipun karbohidrat, lemak, dan protein yang dikonsumsi sebagai reaktan, adalah metode yang disukai dalam pemecahan piruvat dalam glikolisis dan mengharuskan piruvat memasuki mitokondria untuk sepenuhnya teroksidasi oleh siklus Krebs. Produk dari proses ini adalah karbon dioksida dan air, tetapi energi yang ditransfer digunakan untuk memecah ikatan yang kuat di ADP sebagai kelompok fosfat ketiga ditambahkan untuk membentuk ATP, oleh fosforilasi tingkat substrat, NADH dan FADH2 Berikut adalah persamaan keseluruhan untuk respirasi sel aerobik C6H12O6 + 6O2 β 6CO2 + 6H2O + energy 36 ATPs 3. Respirasi Anaerobik Anaerobic Respiration. Sumber Berbeda dengan respirasi aerobik, respirasi anaerobik menggambarkan satu set reaksi kimia yang memungkinkan sel untuk mendapatkan energi dari molekul kompleks tanpa oksigen. Otot-otot sel melakukan respirasi anaerob setiap kali kita membuang oksigen yang kemudian sampai kepada mereka, seperti selama latihan intens atau berkepanjangan. Respirasi anaerobik oleh ragi dan bakteri yang dimanfaatkan untuk fermentasi, untuk menghasilkan etanol, karbon dioksida, dan bahan kimia lain yang membuat keju, anggur, bir, yoghurt, roti, dan banyak produk umum lainnya. Persamaan kimia secara keseluruhan untuk satu bentuk respirasi anaerobik adalah C6H12O6 β 2C2H5OH + 2CO2 + energy 7 poin lanjutannya di halaman berikutnya ya Halaman 1 2 3
Quipperian, tahukah kalian bahwa kita hidup ditengah βlautanβ bahan kimia dan proses kimia? Mulai dari setiap saat kita bernafas dengan mengambil gas oksigen O2 dari udara, dan melepaskan gas karbon dioksida CO2 ke udara. Proses atau reaksi kimia banyak terjadi di sekitar kita, bahkan dalam tubuh kita pun juga terdapat proses kimia. Lantas, apa saja contoh perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari kita? Temukan jawabannya di artikel berikut ini. Pengertian Perubahan Kimia Perubahan kimia adalah perubahan yang menghasilkan zat baru, dengan sifat yang berbeda dengan zat sebelumnya karena adanya reaksi kimia. Perubahan kimia biasanya juga disebut dengan reaksi kimia. Suatu zat yang mengalami perubahan kimia tidak dapat dikembalikan lagi ke keadaan semula. Perubahan kimia dapat terjadi karena disengaja maupun secara alami. Secara umum, kita dapat mengamati perubahan kimia, seperti terbentuknya endapan, terbentuknya gas, terjadi perubahan warna, dan terjadinya perubahan pH. Jenis-Jenis Reaksi Kimia dan Persamaan Kimia Reaksi kimia dapat dikelompokkan menjadi beberapa jenis. Berikut beberapa jenis reaksi kimia yang umum ditemukan di laboratorium maupun dalam kehidupan sehari-hari, beserta persamaan kimianya. Dekomposisi Peruraian Reaksi dekomposisi terjadi ketika satu senyawa terurai menjadi zat yang lebih sederhana, akibat panas, cahaya, atau aliran listrik. Ada tiga jenis dekomposisi, yaitu Dekomposisi karena panas dekomposisi termal Pada dekomposisi termal, senyawa yang dipanaskan akan terurai menjadi zat lain. Contohnya bisa kita amati pada lilin yang menyala akan terurai menjadi karbon dioksida dan uap air. Contoh lain, yaitu kalsium karbonat yang dipanaskan akan terurai menjadi kalsium oksida dan karbon dioksida. Sedangkan pada perak oksida akan terurai menjadi perak dan oksigen. Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut. Dekomposisi karena aliran listrik elektrolisis Aliran listrik dapat menyebabkan terjadinya peruraian zat. Namun, zat tersebut harus berupa lelehan atau berada dalam bentuk larutan. Sebagai contoh, peruraian air menjadi gas oksigen dan gas hidrogen, serta peruraian lelehan garam natrium klorida menjadi logam natrium dan gas klorin. Persamaan reaksinya adalah sebagai berikut. Reaksi peruraian natrium klorida di atas umumnya dimanfaatkan untuk mendapatkan logam natrium. Dekomposisi karena cahaya Cahaya dapat menyebabkan suatu zat terurai. Sebagai contoh, peruraian perak bromida menjadi perak dan bromin dengan persamaan reaksi sebagai berikut. Reaksi peruraian perak bromida di atas dimanfaatkan dalam fotografi analog. Film fotografi dilapisi dengan perak bromida dan zat lainnya, sehingga menghasilkan klise film fotografi. Oksidasi Oksidasi merupakan jenis reaksi kimia yang terjadi ketika zat bereaksi dengan oksigen untuk membentuk zat baru. Contohnya, oksidasi magnesium dan oksidasi seng. Persamaan dari kedua reaksi ini adalah sebagai berikut. Reaksi oksidasi juga dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, seperti Respirasi, merupakan oksidasi glukosa pada makhluk hidup. Berikut persamaan reaksinya. Pembakaran, merupakan reaksi yang terjadi antara zat dan oksigen dengan menghasilkan cahaya dan panas. Contoh reaksi pembakaran dalam kehidupan sehari-hari adalah pembakaran bahan bakar bensin di mesin kendaraan bermotor. Korosi, merupakan reaksi oksidasi pada logam dengan udara yang mengandung uap air. Contoh korosi dapat dilihat pada besi dan baja yang berkarat. Ketengikan pada makanan, akibat reaksi oksidasi dari lemak yang terkandung di dalamnya. Contohnya, mentega yang berubah menjadi tengik setelah disimpan terlalu lama. Reduksi Reduksi terjadi ketika zat kehilangan oksigen. Reaksi reduksi biasanya digunakan dalam proses ekstraksi logam dari bijihnya. Contohnya, dalam ekstraksi besi dari bijinya yang mengandung besi oksida dengan persamaan berikut. Netralisasi Netralisasi merupakan reaksi antara asam dengan basa yang menghasilkan garam dan air. Persamaan reaksi netralisasi secara umum, yaitu sebagai berikut. Pengendapan Beberapa larutan dapat bereaksi dengan larutan lainnya lalu membentuk endapan. Contohnya, reaksi antara larutan timbal nitrat dengan larutan kalium iodida yang keduanya tidak berwarna, kemudian membentuk endapan kuning timbal iodida dan larutan kalium nitrat. Adapun persamaan reaksinya sebagai berikut. Pertukaran Pada reaksi pertukaran, suatu zat akan menggantikan zat lain dalam senyawa. Contohnya, dalam reaksi antara besi dengan asam klorida yang menghasilkan senyawa besi klorida dan hidrogen. Persamaan reaksinya pun sebagai berikut. Asam klorida tersusun dari hidrogen dan klorin. Pada reaksi di atas, hidrogen yang terdapat dalam asam klorida akan digantikan oleh besi, sehingga terbentuklah senyawa besi klorida. Fermentasi Reaksi fermentasi terjadi dengan melibatkan mikroorganisme, yaitu ragi. Reaksi fermentasi dimanfaatkan dalam pembuatan roti. Ragi yang ditambahkan pada adonan akan menyebabkan roti mengembang, akibat terbentuknya gas karbon dioksida. Pemanggangan adonan yang telah mengembang di oven menyebabkan ragi mati, sehingga reaksi fermentasi pun berhenti. Tingkat Kecepatan Reaksi Dalam prosesnya, reaksi kimia memiliki tingkat kecepatan yang berbeda-beda. Ada yang berlangsung dengan cepat, dan ada pula yang berlangsung lambat. Kecepatan reaksi kimia dapat kita ketahui dengan cara mengukur sesuatu yang berubah terhadap waktu. Perhatikanlah reaksi antara asam klorida dengan kepingan kalsium karbonat di dalam erlenmeyer dengan persamaan reaksi sebagai berikut. Selama reaksi tersebut berlangsung, partikel pereaksi berubah menjadi produk reaksi. Dengan begitu, sejalan dengan bertambahnya waktu, maka jumlah partikel pereaksi akan berkurang, sedangkan jumlah produk reaksi akan bertambah. Salah satu produk reaksi yang dihasilkan dari perubahan kimia tersebut adalah gas karbon dioksida. Gas ini dilepas ke udara. Dengan begitu, maka kecepatan reaksi ini dapat diukur berdasarkan pengurangan massa zat dalam erlenmeyer, selama selang waktu tertentu. Perhatikan gambar berikut. Selain itu, kecepatan reaksi kimia di atas juga dapat diukur berdasarkan jumlah gas karbon dioksida yang dihasilkan selama rentang waktu tertentu. Hal ini bisa dilakukan dengan cara menampung gas karbon dioksida dalam silinder ukur. Selama selang waktu tertentu, jumlah gas karbon dioksida yang tertampung dalam silinder ukur pun akan semakin banyak. Dengan demikian, maka kecepatan reaksi bisa diukur berdasarkan pertambahan volume gas. Perhatikan gambar berikut. Energi Perubahan Pada perubahan kimia reaksi kimia sering diikuti pula dengan perubahan energi. Adapun reaksi yang melepaskan perubahan energi disebut reaksi eksoterm. Reaksi eksoterm merupakan reaksi kimia yang menghasilkan energi panas kalor, sehingga meningkatkan suhu lingkungan. Contohnya, reaksi antara kapur tohor dengan air, proses pembakaran petasan, dan pembuatan api unggun. Sebaliknya, reaksi yang membutuhkan energi disebut reaksi endoterm. Reaksi endoterm adalah reaksi kimia yang memerlukan menyerap energi panas, sehingga menimbulkan efek dingin pada lingkungan. Contohnya, pada proses asimilasi dan garam dapur NaCi yang dilarutkan dalam air. Contoh perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari Perubahan kimia banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Berikut contohnya. Pembusukan makanan yang tidak disimpan dengan baik, seperti Nasi membusuk, Susu yang basi, Sayur menjadi basi, Telur membusuk, dan sebagainya. Pada perubahan kimia fermentasi pun juga dapat kita temukan dalam kehidupan sehari-hari, sepert Pembuatan singkong dari tape dan beras ketan, Pembuatan keju dari susu. Perubahan kimia juga terjadi pada pelapukan kayu, karena jika sudah lapuk tidak dapat berubah menjadi kayu baru lagi. Contoh peristiwa lain yang berkaitan dengan perubahan kimia, yaitu proses fotosintesis pada tanaman, petasan yang meledak, perubahan dari besi menjadi karat besi. Aplikasi perubahan kimia Perubahan Kimia juga dapat diterapkan pada beberapa industri, antara lain Aplikasi Perubahan Kimia di Industri Medis Dalam bidang kesehatan, kita bisa menemukan banyak pengapliaksian/penerapan perubahan kimia dalam proses pembuatan obat-obatan. Sifat fisika dan sifat kimia pada obat dapat mempengaruhi aktivitas terapetiknya. Kedua sifat tersebut ditentukan oleh struktur kimia obat yang bisa mempengaruhi aktivitas dari obat tersebut, dan perubahan struktur kimia yang dapat mempengaruhi perubahan aktivitas biologis obat. Obat-obat yang ada di puskesmas, rumah sakit dan toko obat semuanya dibuat melalui proses reaksi kimia. Penggunaan obat-obatan dalam ilmu kedokteran dibuat berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh kimia farmasi, terhadap suatu reaksi dari proses yang ditimbulkan akibat adanya bahan kimia obat dalam tubuh. Aplikasi Perubahan Kimia di Industri Pertanian Di bidang pertanian, kita dapat menemukan perubahan kimia pada pupuk dan pestisida pencegah hama. Pupuk dan pestisida mengandung zat-zat kimia. Pada pupuk buatan pupuk anorganik dibuat melalui reaksi kimia dalam proses industri pupuk. Pupuk anorganik mengandung senyawa kimia yang tersusun atas unsur-unsur utama yang diperlukan oleh tumbuhan, yaitu N, P, K. Pupuk anorganik kerap digunakan karena kebutuhan tanaman terhadap pupuk ini sangat besar. Sementara itu, pestisida pencegah hama mengandung nutrien oraganik dan anorganik yang diperlukan oleh tumbuhan. Nutrien organik sendiri merupakan hasil proses fotosintesis yang termasuk perubahan kimia, sedangkan nutrien anorganik berasal dari tanah melalui akar dalam bentuk zat yang terlarut. Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan kimia Suhu Reaksi Suhu dapat mempengaruhi kecepatan reaksi. Pada suhu tinggi, partikel pereaksi akan bergerak lebih cepat. Makin tinggi suhunya, semakin cepat pula partikel pereaksi itu bergerak. Akibatnya, tumbukan antar-partikel pun menjadi lebih sering, sehingga mempercepat terjadinya perubahan kimia. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua partikel pereaksi yang bertumbukan akan melakukan reaksi. Hal itu bergantung dengan jumlah energi yang dimiliki partikel pereaksi tersebut. Bila energinya cukup, maka akan terjadi reaksi. Sebaliknya, jika energinya tidak cukup, maka reaksi pun tidak akan terjadi. Agar partikel pereaksi memiliki energi yang cukup untuk bereaksi, maka suhunya perlu dinaikkan diberi panas. Dengan suhu yang semakin tinggi, maka energi partikel pereaksi bertambah. Akibatnya, tumbukan antar-partikel pereaksi menjadi lebih sering, dan dapat mempercepat reaksi kimia. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa semakin tinggi suhu, maka kecepatan reaksi akan semakin bertambah. Konsentrasi Pereaksi Konsentrasi berkaitan dengan jumlah partikel pereaksi yang terdapat dalam suatu zat. Pada zat dengan konsentrasi tinggi, maka memiliki jumlah partikel lebih banyak daripada zat dengan konsentrasi rendah. Misalnya, terdapat larutan gula yang sangat manis dan larutan gula yang kurang manis. Di dalam larutan gula yang sangat manis, otomatis terdapat lebih banyak partikel gula daripada larutan yang kurang manis. Secara umum, semakin besar konsentrasi pereaksi, maka semakin cepat suatu reaksi kimia berlangsung. Hal tersebut berkaitan dengan jarak antar-partikel pereaksi. Semakin besar konsentrasi pereaksi, maka jarak antar-partikel pereaksi semakin dekat. Oleh karena jaraknya yang makin dekat, maka tumbukan antar-partikel menjadi lebih mudah dan lebih sering, sehingga kecepatan reaksi juga semakin bertambah. Untuk membantu kamu memahami masalah ini, perhatikan gambar berikut. Pada gambar sebelah kiri, dapat kita lihat bahwa konsentrasi zat A kecil, berarti jumlah partikel pereaksinya sedikit. Hal ini yang mengakibatkan jarang terjadi tumbukan partikel, sehingga kecepatan reaksinya kecil. Sementara pada gambar sebelah kanan, konsentrasi zat A besar, dengan begitu terdapat jumlah partikel yang banyak di dalamnya. Akibatnya, tumbukan partikel yang terjadi lebih sering, sehingga kecepatan reaksi menjadi besar. Ciri-ciri perubahan kimia Berlangsungnya suatu proses perubahan kimia dapat diketahui melalui ciri-ciri berikut. Terjadi perubahan susunan molekul. Terbentuk zat baru dengan sifat zat yang berbeda dari sifat penyusunnya. Perubahan zat bersifat tidak dapat kembali ke bentuk semula irreversibel. Selama terjadi perubahan kimia, maka massa zat sebelum reaksi sama dengan massa zat sesudah reaksi. Terbentuknya gas. Terbentuknya endapan. Terjadinya perubahan warna. Terjadinya perubahan suhu. Dampak perubahan kimia terhadap lingkungan dan Kesehatan Dalam kehidupan sehari-hari, hampir setiap saat kita berinteraksi dengan bahan kimia dan proses kimia yang terjadi di sekitar kita, bahkan dalam tubuh kita. Namun, di satu sisi, penggunaan bahan kima secara berlebihan juga dapat memberikan dampak negatif pada makhluk hidup dan lingkungan. Adapun beberapa dampak positif dan negatif dari perubahan kimia pada lingkungan dan kesehatan, antara lain Dampak Perubahan Kimia terhadap Lingkungan Dampak Positif Meningkatkan kesuburan tanah dan memberi nutrisi yang dibutuhkan tanaman, agar tanaman tumbuh dengan lebih baik. Untuk pencarian energi alternatif, seperti biogas dari tumbuhan dan juga sel surya. Sebagai monitoring udara dan laut untuk mempelajari bagaimana dampak terjadinya perubahan komposisi terhadap lingkungan. Dampak Negatif Mengganggu keseimbangan ekosistem alami. Menyebabkan kadar organik tanah menurun, struktur tanah menjadi rusak, dan mengakibatkan pencemaran lingkungan. Mengakibatkan tanah mengeras, kurang mampu menyimpan air, dan pH tanah menurun. Dapat menyebabkan penguraian gas belerang dioksida SO2 ke udara, karena di dalam minyak bumi terdapat senyawa belerang. Dapat menghasilkan gas oksida nitrogen NOx akibat pembakaran bahan bakar bensin dalam mesin yang menggunakan udara sebagai sumber oksigen, sementara udara mengandung gas nitrogen. Dampak Perubahan Kimia terhadap Kesehatan Dampak Positif Membantu proses pernapasan makhluk hidup. Membantu penyembuhan pasien yang mengidap penyakit melalui obat-obatan. Membantu mengecek infeksi dalam darah, mendeteksi keberadaan virus HIV dalam darah, pembuatan materi sintesis pengganti tulang, gigi, dan pembuatan obat-obatan. Membantu kemoterapi dalam penanggulangan penyakit kanker, Mendiagnosis penyumbatan pembuluh darah, tumor dan hati, dll. Dampak Negatif Dapat membahayakan tubuh makhluk hidup, jika penggunaan bahan kimia dilakukan secara berlebihan. Dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan atau penyakit. Perbedaan perubahan kimia dan fisika Adapun perbedaan perubahan kimia dan fisika dapat dilihat pada tabel berikut. Quipperian, itulah penjelasan singkat mengenai contoh perubahan kimia dalam kehidupan sehari-hari. Untuk memperdalam pemahaman mengenai reaksi kimia, kalian bisa langsung bergabung dengan Quipper Video untuk mempelajarinya melalui video pembelajaran yang disediakan. Ayo, bergabung sekarang juga!